tag:Platina の記事一覧

Visit Butler Cafe -Platina Parlour- Sweet Rendezvous

Platina Parlour

Ke SINI kalau mau lihat Para Butler Tampan ( ื▿ ื)


Ceritanya dimulai ketika kita berdua, aku dan Anita berangkat dari rumah Anita di bekasi. Aku jauh-jauh datang dari Bandung demi bertemu para butler dari Platina Parlour (〃∇〃)❤ . Kita berdua berangkat dari jam 10 pagi setelah berdandan rapi *sebenernya kita tomboy, Cuma demi purappa kita berdandan feminim* #plaakk!!. Awalnya kita mau berangkat bareng bersama Syifa naik mobilnya, tapi sayangnya dia pergi ke kondangan dahulu. Akhirnya kita pergi naik angkot dan bus way, nah pas nyampe di halte bus way, ada bapak-bapak marah-marah. Katanya bus waynya telat hampir 1jam 15 menit. Terus bapaknya itu ngoceh melulu, dia bilang gini “Aduh ini bus way lama banget. Udah jam berapa ini!! Saya mau kerumah sakit ini, kakek saya sakit. Kalau begini sih sebelum sampai rumah sakit dia udah mati duluan”.

Nah pas denger kata-kata bapak itu, kita berdua tertawa tapi ketahan. Setelah menunggu cukup lama, niatnya ketika jam 11.45 bus way gak ada, kita mau naik taksi. Nah untungnya sebelum jadi naik taksi, bus waynya sudah datang, sekalinya nunggu bus way lama banget, dan sekalinya bus waynya datang itu bejibun sampe 8 buah. Pas naik bus way, kita kebagian tempat duduk. Ini pertama kalinya naik bus way di Jakarta, biasanya dulu naik di Yogyakarta (≧ڡ≦).

Di halte selanjutnya, ada ibu-ibu bawa anak dan gak kebagian tempat duduk, akhirnya saya mengalah dan memberi tempat duduk, jam menunjukkan 12.20 WIB. Sebenarnya jadwal reservasi kita bertiga itu jam 1 loh, Cuma ini gileeeee macetnya Jakarta *maklum newbie di Jakarta, hohohoh (≧ڡ≦)*. Ketika jam sudah menunjukkan jam 1.45 WIB, kita udah hopless banget karena masih ada skitaran 12 Halte lagi menuju Central Park, disitu udah gregetan banget dan GAK NYANTE!!!

Ini nih tiket untuk masuk lokasi (>.<) nama temenku kusensor ya~ kalo nama sendiri sih enggak, hohohoho

A27-anita2.jpg



Pas nyampe Central Park, jam sudah menunjukkan jam 1.30 WIB. Disitu kita lari-lari menuju Syifa yang udah datang duluan. Awalnya karena telat kita gak bisa masuk dan harus pindah jadwal.

Nah ini dia pintu depannya, LOL
Platina Parlour


Tetapi karena banyak yang telat juga, mba resepsionisnya ngebolehin kita masuk yang jam 1.30 WIB. Disitu kita daftar ulang dan main semacam gacha gitu, pas diputer kita dapet Kai. Lalu karena kita reservasi dari awal, kita dapet Badge baguuussss banget, yang kudapat badgenya yang ada gambar Ken, Sei dan Jun, sama dengan milik Syifa, sedangkan Anita dia dapat badge dengan gambar Shuu dan Riku.

WP_000585.jpg


Setelah menunggu beberapa saat, kita sudah boleh masuk ke Krispy Kreme dan disambut sama Kai (///∇//). Kai membawakan tas kita bertiga о( >▽<). Pas masuk Krispy Kreme kita kebingunan tempat duduknya dimana, lalu Kai menunjukkan tempat duduknya dan kita akhirnya duduk. Terus setelah duduk, Kai menanyakan pesanan kita apakah sudah betul atau belum lalu dia pergi sesaat dari meja kami. Di situ kita bertiga masih doki-doki karena gak biasa, apalagi Syifa yang langsung kibas-kibas tangannya karena malu dan kita kayaknya pelanggan terheboh saat itu, soalnya pas ngobrol kita berisik banget. Kemudian Kai datang ke meja kami lagi. Awal-awalnya Kai nanya-nyanya ke kita tentang Butler Café, kita tahu dari mana mengenai butler café dan ditanya juga tentang tahu dari mana Platina Parlour ini. Terus kita jawab, tahu dari habis KEPO-in Facebook *LOL jujur banget sayah*.

Lalu Kai nanya-nanya tentang para butler yang ada disana beserta karakternya sambil berdiri. Lalu disebelah meja kita ada Shuu yang berdiri menunggu nona-nya datang. Tapi karena belum datang, Shuu ditarik ke meja kami oleh Kai. Disitu kita ngobrol-ngobrol seputar Butler Platina Parlour.

Dia pertama nanyain siapa butler yang kita sukai, tadinya aku mau menjawab Ken, tapi yang keluar dari mulut malah Riku *maafkan sayah Ken (。>▽<)* , lalu Anita jawab Riku juga, pas giliran Syifa yang ditanya siapa butler yang disuka, dia gak jawab karena malu. Awalnya mau langsung kami kasih tahu tapi dia bilang jangan. Lalu Anita bilang hint dari butler yang Syifa suka, yaitu “Syifa itu seleranya beda dari orang biasanya”. Lalu Kai menjawab “Jun”, seketika Syifa kaget dan kibas-kibas tangannya lagi karena dia pemalu. Kita berdua cuma bisa ketawa doang ngeliat Syifa kibas-kibas karena malu.

Lalu Shuu bilang ke Kai, “Yah sayang gak ada yang suka kita Shuu” sambil merangkul Shuu, lalu saya pun bilang “Suka kok suka ( ื▿ ื)” gak mungkin gak suka doong. Lalu Kai dan Shuu pun menjelaskan mengenai Head Butler Jun pada kami. SYifa pun masih bertanya-tanya kenapa butler favoritnya itu bisa ketebak sama Kai dan Shuu sambil tengok kanan kiri kayak orang bingung. Tidak berapa lama, Kai pun langsung manggil Jun yang kebetulan ada di dekat meja kami. Jun pun memperkenalkan dirinya pada kami о( >▽<) dan saat itu Syifa malu malu sambil pegang tangan kami, pokoknya heboh banget waktu ngebully Syifa yang butler favoritenya Jun. Setelah itu dia mempermisikan dirinya untuk pergi ke meja lain. Saat itu Kai pun pergi untuk mengambil pesanan kami. Disitu kami ditinggal dengan Shuu, Shuu lalu bilang, “Wah saya belum berkenalan, boleh tahu nama nona?”, disitupun kami memperkenalkan nama masing-masing. Yah sayang banget Kai yang seharusnya butler kami tidak menanyakan nama kami (*´Д`)=з.

Lalu tak bearapa lama, Kai datang dengan pesanan kita, lalu kita ditanyai apakah benar pesanan kita itu yang ini. Jujur sebenarnya saya lupa pesanan saya itu apa, LOL banget. Saking excited nya saya bisa datang ke Purappa, saya sampai lupa banget sama pesanan makanannya. Lalu Kai pun pergi mengecek pesanan kami, dan kemudian kembali sambil membawa pesanan kami dibantu oleh Shuu yang sedari tadi di depan meja kami. Disitu Shuu masih berdiri didepan meja kami. Makanan yang aku pilih sama dengan Syifa, Anita berbeda sendiri, dia memilih teh Jasmin dan Smoked Beef.Kemudian Kai menawarkan toping dari donat yang kita pesan dia menawarkan toping kacang, chochocips dan yang lainnya. Lalu dia juga memberi saran pada kami, kalau untuk donat coklat enaknya memakai toping kacang, dan untuk donat vanilla dengan toping tabur, dan toping tabur yang dia sarankan itu chochochips. Lalu kami mengangguk, isyarat setuju kalau kami memilih tiping yang Kai saran kan pada kami.

Kai pun pergi lagi dari meja kami untuk mengambil toping dan yang lainnya. Pertama-tama dia menaburkan toping Chochochip di atas donatku, dia bertanya apakah topingnya mau banyak atau sedikit, lalu saya jawab sedikit saja. Begitu juga dengan Syifa ditanyai, “Toping nona sedikit atau banyak”, lalu Syifa jawab “Sedeng aja”, kita pun ketawa karena yang ditanya kan sedikit atau banyak, tapi Syifa gak milih diantara keduanya dan malah bikin jawaban baru.
Lalu Anita yang memesan teh Jasmin bertanya pada Kai, “Apa ini tehnya diseduh sendiri?”, lalu Kai menjawab “Tidak, nanti saya akan seduhkan untuk nona”. Lalu Kai pun menyeduhkan the untuk Anita, dan dia masih berdiri. Karena dia klihatannya selalu berdiri, Anita pun member saran, “Kenapa enggak duduk aja menyeduh teh nya?”, lalu Kai jawab “Oh boleh”. Kai pun duduk didepan Anita. Aishhh syukurlah para butler duduk, kalau berdiri kan gak enak, masa dilayanin sambil berdiri, (>v<)b

Aishhh jelous banget siihhh si sayaaa, lalu saya berfikir, “Tahu gitu saya pesen teh juga deh “ LOL. Tak berapa lama, Kai dipanggil oleh mba-mba depan pintu dan diapun pergi sebentar. Ketika itu kami baru saja memegang pisau roti dan garpu , tadinya donat tersebut mau kami makan, lau tiba-tiba Kai kembali kemeja kami sambil membawa semacam tablet atu ipad gitu deh. Dan ternyata dia mendapat video call dari adiknya Kou!!! ( > ▽<)y *langsung gak nyante!!!!!!!* dan kamipun gak jadi makannya.

Disitu kita histeris banget, kaget mau ngapain, soalnya Kai langsung ngarahin ipadnya ke kita. Kita grogi banget sampe gak nyante di tempat gitu. Lalu Shuu nyamperin Kai yang lagi video call dan bantu megangin ipadnya. Disitu Shuu ngarahin kameranya kea rah kami dan Kai, disitu Kou bilang “Ngapain lihat-lihat?”. Ya iyalah lihat soalnay Kai mengarahkan ipadnya ke kami (。>﹏<). Disitu kita merasa JLEBBB banget!!! Walopun udah tahu sifat Kou kayak gitu, tapi tetep pas dibilangin gitu kita langsung terdiam, (。•ˇ‸ˇ•。). Lalu Kai bilang ke Kou” Perkenalkan ini nona-nona saya”, tapi sayang banget suara video callnya Kou gak begitu jelaaassss (。・д・。) jadi gak kedengeran Kou bilang apa, zzzzzzz aaaaaaaaaaaa rasanya ingin teriak pas lihat Kou, soalnya cuma di meja kami dia melakukan video call ke Kai.

Lalu Kai meminta Kou untuk say hi pada kami. Kou pun melambaikan tangannya pada kami, dan kami membalas lambaian tangannya, *disini kami benran grogi dan histeris, sambil lambai-lambai ke Kou. Kai pun bertanya, “Kok kenapa pipinya dipegang terus?”, Kou ngomong tapi gak kedengeran, kami pun penasaran. Akhirnya Kou menjelaskan mengenai alasannya. Disitu kami langsung berkata “OOooooohh”. Aahh beneran sayang banget suaranya gak jelas pokoknya!!! *gak nyante*.

Beberapa saat kemudian, Kai pun hampir menyudahi video callnya, kamipun melambaikan tangan lagi pada Kou. Setelah video call selesai, Kai kembali melayani kami. Disitu Kai menarik Shuu lagi ke meja kami karena dia sepertinya nganggur *PLAK!!!*, disitu GILLAAAAA BERUNTUNG BANGET KITA DAPET 2 BUTLER!!!! Lalu Kai menyarankan kami untuk melanjutkan makan sambil ngobrol-ngobrol bareng Shuu. Karena kami sedang membicarakan mengenai butler-butler Purappa, Kai menanyai kami “Tahu gak sifat saya seperti apa?”, lalu Anita jawab “Kai itu yang periang kan?”, lalu Kai menjelaskan tentang dirinya sendiri. Kai lalu nanya lagi sambil nunjuk Shuu, “Kalau Shuu itu sifatnya kayak gimana?”, lalu karena aku masih terlalu excited, Anita lagi yang jawab, “Yang pasti Shuu itu yang suka dibulli”. Lalu Kai bertanya lagi, “Dibuli sma siapa?”, lalu Anita jawab “RIKUUUU!!!!”, disitu kami heboh banget~~.

Lalu Shuu bilang “ Tolong jangan sebutkan nama itu, saya sedang berada dalam ketenangan karena tidak ada orang itu” sambil ngambek, lalu kami merasa ingin membully Shuu. Kai pun berkata “Riku!!”, Melihat Shuu sepertinya kesal dan karena Shuu kayaknya asik dibully, lalu kami membulynya. Saya pun berkata, “Oh kalo gitu kita sebut Riku berkali-kali aja, Riku Riku Riku” sambil nengok Anita dan Syifa. Lalu Kai pun setuju, “Ok, ayo kita sebut Riku bersama, satu, dua tiga”. Lalu kami berkata” Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku Riku”, disitu saya merasa seperti lagi jampi jampi, LOL. Shuu menjawab “Tolong jangan sebut itu atau saya pergi” sambil ngambek lagi. Lalu kami gak tega awalnya dan memohon Shuu untuk tidak pergi, dan kamipun berhenti jampi jampi Shuu. Kaipun langsung menarik Shuu yang hampir pergi, dan Shuu pun kembali duduk.

Shuu pun merasa kesel dan bête, lalu dia berkata, “Saya cuman bisa balas membully ke nona ini”, sambil nunjuk Syifa. Udah gitu Shuu langsung bilang, “JUN!!”, Syifa pun spontan kaget dan kipas-kipas lagi karena panik. Disitu kami terbawa suasana, akhirnya kami beralih membully, yang awalnya membully Shuu, disini kami jadi membully Syifa yang malu-malu sama Jun secara bersama-sama. Ketika kami makan, Kai mengeluarkan suatu kartu. Kai pun menjelaskan permainan kartunya. Kartu tersebut berisikan foto-foto butler Purappa. Kai bilang permainnanya cukup mudah, yaitu kita harus menebak keberadaan foto Kai yang di tata didepan kami secara terbalik, kalau kita berhasil menebak fotonya, dia memberikan hadiah special yaitu kita dapat berfoto bareng sama Kai. Lalu Shuu bilang, “Ada loh nona saya yang sekali tebak langsung benar menunjukkan foto saya”, Kai pun menjawab, “Wah hebat sekali”.

DISINI BAGIAN ASIKNYA!!! JANGAN SAMPE KELEWAT!! (≧ڡ≦)╯

Awalnya dia menunjukkan fotonya sendiri ke kami untuk diteliti. Dia memberikan kartu tersebut ke Anita lalu ke Syifa. Karena saya melihat mereka berdua hanya meneliti foto Kai nya saja. Sayapun berfkir, kalau permainan kartu, melihat bagian depan itu percumah, lalu saya berfikir cepat. Saya tidak meneliti bagian depan fotonya, melainkan bagian belakang fotonya. Saya meneliti bentuk potongan dari kartu foto Kai tersebut, dan saya menemukan potongan yang sedikit melenceng dari bagian yang seharusnya terpotong. Disitu saya mengingatnya dengan keras.

Gamepun dimulai, Kai mulai mengocok kartunya dan meletakkannya secara tertutup dihadapan kami. Kai memberitahukan kami jika masing-masing dari kami hanya memiliki satu kesempatan. Lalu Shuu memilih saya untuk memainkan gamenya terlebih dahulu. Saya lalu mulai berdiri untuk meneliti bagian belakang dari kartu-kartu tersebut, dan tidak sengaja saya menemukan bagian belakang kartu yang saya rasa mirip dengan yang saya pegang tadi. Sayapun mencoba memilih itu dengan sedikit yakin. DAAANN FOILLAAA!!!!! SAYA LANGSUNG BENAR MENEBAK!!!

Kamipun bahagia sekali karena bisa dapat hadiah spesialnya. Kami udah heboh-heboh duluan. Lalu Shuu pun bertanya pada saya, “Kok bisa sih sekali tebak langsung benar?”. Sayapun menjelaskan taktik saya dalam permainan game tersebut. Setelah saya jelaskan panjang lebar lalu Kai berkata, “Wah nona ini pintar!!!”, Shuu pun berkata sama, “Nona ini Pintar”. Sayapun bahagia skaliiii disebut PINTAR oleh kedua butler tampan (〃∇〃)❤. Lalu Shuupun mengeluarkan kartu dari dalam saku bajunya dan berkata, “Bagaimana kalau kita bermain sekali lagi?”, Kai berkata “Hanya saja dalam game kali tidak ada hadiahnya”. Kitapun hopless karena berharap dapat hadiah lagi. Shuu berkata “Kali ini coba cari foto saya”, sayapun bertanya, “Boleh dipegang lagi kartunya?”, Shuu dan Kai menjawab “Tidak nona”, Kai bilang, “Nanti ketahuan lagi dong, begini saja nona, kalau nona bisa menebak yang kedua kalinya, kita akan bermain TSUNDERE GAME”.

Disitu kami bahagia banget!! Lalu saya bertanya tsundere game itu seperti apa, lalu Kai menjawab, “Jadi dalam TSUNDERE GAME, kita akan melawak, tapi nona gak boleh ketawa”. Disitupun kami langsung setuju main. Shuu pun menunjuk Anita duluan untuk bermain, ternyata dia memilih kartu yang slah, begitu juga Syifa. Disini saya berkata, “Tolong jangan tatap saya, jangan taruh harapan kalian pada saya” sambil ketawa-ketawa. Habis emang berat banget kalau dikasih harapan, hahaha. Lalu tiba giliran saya, saya tadi ingat bentuk kartu bagian belakangnya. Lalu saya mulai memilih, disini Shuu berkata dia berharap sekali agar kami tidak menang untuk game kedua ini. Saya memiliki firasat bahwa kartu Shuu ada di ujung depan saya, tapi saya malah memilih kartu yang dekat ke Syifa. Ternyata ketika saya buka, YAAAAHH sayang banget bukan kartu Shuuu, itu kartunya Ken (。•ˇ‸ˇ•。).

Ketika Kai membereskan kartunya, lalu saya berkata, “Tunggu dulu, saya penasaran sama yang ini”, sayapun menunjuk kartu yang saya firasati kalau itu kartunya Shuu, dan ketika dibuka, BENER AJA DOONGG itu kartunya Shuu. Nyesel banget gak ngikutin firasat, aaaaaaaarghhhhh~~!!!! Padahal aku ingin lihat mereka berdua melawak |||Orz . Tak berapa lama ada mba-mba memberitahukan sisa waktu yang kami miliki bersama butler itu tinggal 5 menit lagi. Yaaah sayang banget tinggal 5 menit lagi, kami pun buru-buru menghabiskan donat kami. Kai pun berkata, “Tenang saja nona, tidak usah buru-buru makannya”. Okeh kamipun jadi tidak buru-buru makan, tetapi saya tetap buru-buru makan karena takut diusir, LOL *PLAAKK*.

Tak lama setelah makanan saya habis, Kai pun memanggil fotografer untuk memoto kami bersama Kai sebagai hadiah telah memenangkan game tersebut. Anita yang makanannya belum habis, terburu-buru memakannya. Kai bilang ke Anita, “Itu ada putih-putih”, Anita pun sepertinya bingung, lalu Kai pun menunjuk bibir bawah Anita. Aku dan Syifa udah HISTERIS BANGETTTT!!! Kami udah ngira kalau Kai akan mengelap bibir Anita, *ce ileh FANGIRLINGNYA udah keluar, aduhg maafkan saya yang berfantasy saat itu Kai LOL*. JENG JENG JENGG!!!! DAN…….Ternyata tidak, perkiraan kami salah, hohohhoo *sayapun bersyukur dalam hati, PLAKKK!!!*, Kai lalu memberikan tissue pada Anita.

Tak berapa lama fotographer pun sudah bersiap-siap dalam posisinya. Kai pun bilang kalau kami bisa foto pakai ponsel, YEIIIEYYYYY seneng banget. Kai bilang, “Keluarkan HP terbagusnya”, lalu spontan saya keluarkan Lumia saya dan langsung memberikan pada sang fotografer, hohohohoo *pamer XD*. Kai pun bertanya posisi foto nya mau gimana, kami malah kebingungan, kami tahu Syifa malu, jadi tambah bingung posisinya. Akhirnya dia memilih duduk disebelah Anita. AH!!! Dan aku lupa, SHUU!! Dia kapan perginya yak??? Pas mau difoto dia udah gak ada!!! LOL, maafkan kami Shuuuu (。>﹏<)

Okeh lanjutt, kamipun berpose, kami dua kali berfoto, satu foto dengan gaya normal, dan satu lagi berfoto dengan gaya tidak normal, LOL. Yah segitu aja deh cerita nya, hohohoho Pokoknya MENYENANGKAAAANN~~~❤ *baru sampe rumah Anita langsung bikin report Purappa soalnya Orz, cape banget~!*. Dan saya baru ingat, saat kami pergi menuju CP itu penuh perjuangan!!! Harus berdiri lah, nunggu bus way lama banget lah, mengalah pada ibu-ibu yang bawa anak, dan TELAT sampe gak nyante di jalan!!!. Tapi kami bersyukur, kalau kata Syifa sih gini, untung aja kalian telat, kalau gak telat kan gak bakal dilayani Shuu dan Kai, apalagi ditambah video callnya Kou, sungguh beruntung!! Dibalik kesulitan kami ternyata ada keberuntungan di Purappa, oh hidup ini sungguh Indah~~ ( ื▿ ื)
Dan disaat terakhir saya baru ingat, KENAPA KITA GAK HEBOH TENTANG SEI yak??? Padahal dia butler baru~ dan penasaran kayak gimana. Ah tapi sepertinya kehadiran Kai dan Shuuu telah memenuhi hati kami, LOL. Apalgi Shuuu yang sangat imut imut lucuu ketika di bully, Kai juga, LOL

~~~FIN~~~
mohon maaf kalau ada typo dsbgnya, haha, maklum, nulis blog dengan semangat membara dan gak dibaca ulang....

Otsukare para staffnya Purappa dan juga Butlernya о( >▽<)y

Ini dia cerita dari mata Anita:
KLIK INI

dan ini Hadiah kemenangan kami, hohohohoho

Platina Parleur Kai